Rismon Temuin Jokowi Di Solo Ajukan RJ

Jakarta(Brita7.com) – Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Rismon Hasiholan Sianipar, mendatangi rumah mantan Presiden Joko Widodo di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026) sore.

Kedatangan Rismon tersebut bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi atas polemik tudingan ijazah palsu yang sebelumnya ia sampaikan.

Rismon datang didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang.

Menurut Jahmada, salah satu syarat dalam pengajuan restorative justice adalah adanya saling memaafkan antara pihak yang berperkara.

“Tujuannya (pertemuan ini) adalah tentu menyelesaikan perkara ini, khususnya Rismon dengan Pak Jokowi atas laporan Pak Jokowi 30 April tahun lalu. Nah, apa syarat-syaratnya, oleh sebab itu saya hadir, saya hadir untuk menjelaskan itu,” kata Jahmada usai mendampingi Rismon menemui Jokowi di Solo, Kamis (12/3/2026).

Sebenarnya semua sudah jelas ya, lanjut Jahmad, cuman apa sih syarat untuk mekanisme restoritive justice. Harus ada saling maaf-maafkan.

“Kita juga ada ketawa di dalam apalagi menjelang puasa seperti ini kan. Ya ada benar-benar seperti yang kita harapkanlah, seperti yang kita duga sebelumnya. Kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” ujar Jahmada.

Rismon Sianipar membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas Batak sebagai simbol itikad baik saat bertemu Jokowi.Dalam pertemuan, Rismon menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi terkait polemik ijazah yang sebelumnya ia persoalkan.

“Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi,” jelas Rismon.

Rismon Sianipar mengakui dirinya telah membuat kesalahan dalam meneliti ijazah Jokowi.Salah satu kesalahan itu adalah, soal emboss di ijazah Jokowi.Ia pun mengakui kesalahan ini akan membuat ia menerima dampak yang tidak mengenakkan.

“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,””(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian,” kata Rismon.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments