Jakarta (Brita7.com) – Harga BBM nonsubsidi dikabarkan akan naik pada 1 April 2026. Kenaikan harga BBM ini imbas lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh level USD115 per barel akibat perang AS-Iran.
Bahkan, kini beredar harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik Rp5.550 dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter pada 1 April 2026.
PT Pertamina Patra Niaga secara tegas membantah informasi yang beredar mengenai proyeksi lonjakan harga BBM nonsubsidi, termasuk kabar harga Pertamax yang disebut akan naik menjadi Rp17.850 per liter. Hingga saat ini, pihak Pertamina menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM per 1 April 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membantah kabar yang menyebutkan harga Pertamax akan melonjak menjadi Rp17.850 per liter. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait harga terbaru.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Roberth, dilansir dari Tirto.id, Senin (30/3/2026).
Roberth juga menjelaskan bahwa penetapan harga BBM subsidi merupakan kewenangan pemerintah, bukan Pertamina. Ia mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi harga BBM melalui saluran resmi perusahaan.
“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com,” ucapnya.
Terkait kemungkinan adanya kenaikan harga, Roberth menyatakan bahwa hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut.
“Ini belum ada. harga subsidi itu ranahnya pemerintah,” ungkapnya.
Lebuh jauh Roberth mengatakan bahwa Pertamina menyatakan mendukung penuh imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak di tengah ancaman krisis energi imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” kata Roberth.
Sebagai informasi, dokumen yang beredar menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh situasi perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia di Selat Hormuz.
Dokumen itu memuat perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi periode April 2026, dengan rincian Pertamax disebut naik dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter, Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter, Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter.
Serta Pertamina Dex dan Dexlite dari masing-masing Rp14.500 dan Rp14.200 melonjak menjadi Rp23.950 dan Rp23.650 per liter. (*)



