Cirebon (Brita7.com) – Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik lebaran 2026 di jalur tol maupun arteri di wilayah tersebut,Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan rekayasa lalu lintas yang disiapkan antara lain penerapan sistem satu arah (one way) hingga contraflow apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Kebijakan tersebut, menurut Rudi, akan diterapkan secara situasional dengan melihat perkembangan arus lalu lintas di lapangan.
“Kepolisian akan terus melakukan pemantauan melalui kamera pengawas dan layar monitor di pusat kendali lalu lintas, untuk mengetahui kondisi terkini jalur mudik,” ujar Rudi di Cirebon, Senin(16/3/2026).
Sampai hari keempat ini, lanjut Rudi, kami memantau melalui kamera dan monitor, memang ada peningkatan dibandingkan hari normal, tetapi belum terjadi kepadatan.
Ia mengatakan hingga saat ini arus lalu lintas di sejumlah jalur mudik di Jabar, masih terpantau lancar meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan.
Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik Lebaran tahun ini di Jabar, akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Karena itu, kata dia, berbagai skema pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode tersebut.
Rudi menjelaskan penerapan sistem satu arah dapat diberlakukan di ruas tol, apabila kondisi lalu lintas menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Ia menyampaikan kebijakan one way tersebut juga dapat diterapkan secara nasional, dengan koordinasi bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
“Kami memiliki formula kapan sistem itu diterapkan, termasuk kemungkinan one way nasional,” ujarnya.(red)



