Tangerang (Brita7.com) – Krisis air bersih kembali membayangi kehidupan warga seiring dengan datangnya musim kemarau ekstrem. Sumur warga, mata air, dan aliran PAM mengering atau mengecil drastis
Bagi sebagian warga, air kini menjadi komoditas langka yang harus diperjuangkan: diantre berjam-jam, ditempuh dengan jarak berkilo-kilometer, bahkan dibeli dengan harga yang kian mencekik kantong.
Menghadapi puncak musim kemarau yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih, H. Muhamad Sobri, S.H., M.H, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Gerindra, periode 2024–2029 menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Rt 05/ Rw 01, Perumahan Serdang Asri, 2, Desa Panongan, Kecamatan Panongan.
“Terimakasih untuk bantuan air bersihnya,” kata Sri salah satu warga yang ikut antri bantuan air bersih. Jumat (6/11/2026)
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kemarau yang semakin panjang.
“Kondisi kemarau yang sedang berada pada puncaknya membuat kebutuhan air bersih warga semakin meningkat, ditambah PAM yang ada sedang ada masalah, pecah pipanya,” terang Sri.
Fenomena El Nino sangat kuat yang melanda sepanjang 2026 memperparah kondisi ini. Sejumlah wilayah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari empat bulan. Akibatnya sumber-sumber air menyusut drastis, sementara kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat. Kondisi ini kembali mempertanyakan kesiapan Indonesia dalam mitigasi mengahadapi kekringan panjang dan strategi memperkuat ketahanan air di tengah iklim ekstrem.
Apalagi per 22 September 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan datang terlambat.
“Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027. Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 zona musim atau 61,08% luas daratan Indonesia,” terang Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers ‘Prediksi Musim Hujan’ di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (22/9). (ara)



